About Me

Kota kecil yang selalu saya rindukan membekam dalam diri saya semenjak sekitar 5 tahun yang lalu. Ialah sebuah desa kecil namun memiliki segudang ilmu Pengetahuan Dunia maupun Akhrat. Sebagai seorang anak tunggal, saya menyadari betul akan arti sebuah keputusan yang diambil toh beresiko atau tidak dan itu bergantung dengan sikap saya dalam menjalankannya. Perasaan, hasrat serta jiwa ini terpacu dan selalu mengarah kesana dan kerap kali mengguncangkan jiwa yang fana’ ini. Tumbuh dari keluarga sedehana, saya diasuh dan dibesarkan dengan perasaan kasih sayang seorang ibu dan ayah Jawa tulen, bersahaja, kasih sayang, bertanggung jawab, menjaga amanah serta berkarakter. Sudah menjadi motivasi saya sendir bagaimana mengembalikan amanah mereka kepada diri saya sendiri dan orang lain

Nama asli saya Ridwan lahir pada tanggal 15-Agustus-1997 di Palembang. Saya bersekolah di salah satu SMA terbaik di Sumatera Selatan yakni SMAN Sumsel. Saya bangga masuk di sekolah ini dikarenakan selain sekolah beasisiwa juga berkarakter untuk menciptakan Pemimpin masa depan bangsa Indonesia. Saya menyadari betul bahwa ini adalah karunia dan nikmat Allah SWT sebagai balasan bagi hambanya yang berusaha secara keras sekaligus jawaban dibalik terkabulnnya permintaan saya. Diwaktu saya bersekolah di SMP negeri 42 Palembang, motivasi selalu mendorong dan menjadi sebuah jawaban di setiap kebingungan dan kegelisahan yang pernah dirasakan. Saya masih dalam keadaan setengah sadar dalam menentukan keputusan melanjutkan sekolah apakah hijrah ke Pulau jawa demi Ilmu yang lebih luas atau memperpanjang kontrak saya selama tinggal Palembang.

Saya merupakan orang bertipikal berbeda dan kuat dalam berperinsip walaupun kondisi serta situasi sangatlah kontras dengan apa yang saya kerjakan. Dengan itu, tak jarang hal-hal aneh sering dialamatkan kepada saya selaku pelakunya oleh teman-teman, kerabat bahkan keluarga saya sendiri. Tak dapat kupungkiri, inilah nikmat Tuhan yang saya dapatkan untuk tidak boleh berburuk sangka, marah dan bersu’udzon terhadap sesama manusia apalagi sesama muslim. Saya percaya dengan Pepatah yang mengatakan “Ilmu pengetahuan tanpa AMAL pincang dan Amal tanpa Ilmu pengetahuan adalah Buta ” bermakna khusus buat saya mencari Ilmu haqiqi berlandaskan agama untuk orang lain guna kemaslhatan Umat manusia

Saya mengerti tempat guna mengejar kedua Ilmu sekaligus haruslah di Jawa dan itulah sebaik-baik tempat buat saya memperluas Ilmu saya . Namun Tuhan berkata Lain, Saya diterima masuk di sekolah SMA Sumsel sebagai hadiah kedua atas keputusan saya di waktu itu.
Kota kecil yang saya katakan itulah yang BERNAMA CILACAP kota kakekku yang masih bernasab Ulama dan tergolong orang-orang saleh. Saya tidak ingin buta akan ilmu dan memperoleh ilmu dengan jalan yang kotor dengan menghalalkan segala cara bebas dari syari’at agama ISLAM. Syariat agama islam mendukung setiap masalah yang dihadapi oleh manusia bahkan memcahkan masalah yang tidak masuk akal dalam perkara-perkara Tekonologi modern sekarang ini sehingga pembuka antara Ilmu penegtahuan dan Agama berkaitan satu sama lain. Ilmuwan-ilmuwan patut mempelajari literatur-literatur islam karena pada hakikatnnya semua benda temuan yang berguna dan hasil buatan manusia yang bernilai adalah milik umat Islam.

Prinsip untuk tidak tamak, rendah hati, bersikap sopan, zuhud, haus akan ilmu serta berjiwa ( personal branding ) adalah karekter saya dalam mewujudukan cita-cita saya menjadi orang yang berguna bagi AGAMA, BANGASA DAN ORANG LAIN.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s